Membuat Key Performance Indicators (KPI) untuk manufaktur furnitur logam memerlukan fokus pada tiga hal utama: presisi teknik, efisiensi material (besi/baja/aluminium), dan kualitas finishing (seperti powder coating atau welding).
Berikut adalah draf KPI yang terbagi ke dalam beberapa departemen kunci:
1. Departemen Produksi & Efisiensi
Fokus pada seberapa cepat dan efisien bahan mentah diubah menjadi produk jadi.
- Production Volume: Jumlah unit yang dihasilkan per hari/minggu dibandingkan target.
- OEE (Overall Equipment Effectiveness): Mengukur efisiensi mesin potong (laser/plasma) dan mesin tekuk (bending).
- Lead Time: Total waktu dari pemotongan bahan hingga produk siap dikemas.
- Capacity Utilization: Persentase penggunaan kapasitas mesin dan tenaga kerja.
2. Kualitas & Presisi (Quality Control)
Karena furnitur logam mengandalkan kekuatan struktur dan estetika permukaan.
- Defect Rate: Persentase produk yang gagal (misal: las tidak rapi, dimensi tidak presisi).
- Rework Rate: Jumlah produk yang harus diperbaiki kembali (terutama pada bagian welding atau grinding).
- Powder Coating Pass Rate: Persentase produk yang langsung lulus uji pengecatan tanpa ada gelembung atau baret.
- Scrap Rate: Persentase sisa potongan logam yang tidak terpakai (mengukur efisiensi nesting material).
3. Manajemen Material & Rantai Pasok
Logam adalah komoditas dengan harga fluktuatif, jadi efisiensi sangat krusial.
- Inventory Turnover: Seberapa cepat stok besi/pipa berputar.
- Material Yield: Rasio berat produk jadi dibandingkan berat bahan mentah yang dibeli.
- Supplier On-Time Delivery: Ketepatan waktu pemasok mengirimkan bahan baku (plat, pipa, baut).
4. Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3)
Lingkungan kerja logam melibatkan risiko tinggi (panas, tajam, dan berat).
- Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR): Jumlah kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan jam kerja.
- Safety Audit Score: Skor kepatuhan pekerja terhadap penggunaan APD (helm, sarung tangan las, masker).

